Ungkap Kasus Revit Pendidikan di Majene, Laode Dapat Teror Lewat Telepon

Majene – Ilham Laode mengaku ketakutan setelah menerima ancaman melalui telepon di tengah mencuatnya dugaan transaksi terkait program revitalisasi pendidikan tingkat SD dan SMP di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, tahun 2026.

Ia berharap persoalan tersebut segera mendapat penyelesaian dan meminta perlindungan hukum.

“Saya ini mendapat ancaman, Pak, lewat telepon. Makanya saya mau minta perlindungan ke polisi. Karena saya juga korban,” ujar Ilham saat diwawancarai, Senin, 28 Oktober 2026.

Jangan Lewatkan  Dinas Pangan Sulbar Salurkan Bantuan Pangan Bergizi untuk 150 Keluarga Miskin Ekstrem di Majene

Ilham mengaku dirinya hanya sebagai penyambung lidah antara calon kontraktor dan Imran Husaidi terkait kegiatan revitalisasi sekolah tingkat SD dan SMP di Majene.

Ia juga mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp25 juta dan Rp28 juta ke rekening atas nama Imran Husaidi, dengan total Rp53 juta.

Jangan Lewatkan  Kapolres Majene Hadiri Pelantikan DPW IJS: Jurnalis Diapresiasi sebagai Patriot Pembangunan

Menurut Ilham, dirinya pernah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Majene untuk melaporkan persoalan tersebut. Namun, ia mengaku pengaduannya tidak diterima karena dirinya dinilai bukan korban.

Jangan Lewatkan  Kejari Majene 2025: Capaian Unggul di Penindasan Kejahatan, Pemulihan Aset, dan Pendidikan Hukum

“Saya sudah pernah melapor ke Polresta Majene, tepatnya di SPKT. Tapi saya tidak bisa melapor karena saya bukan korban,” jelasnya.

Ilham berharap persoalan ini segera mendapat kejelasan melalui jalur hukum. Ia juga berharap dugaan ancaman yang dialaminya mendapat perhatian aparat kepolisian. (Ic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *