Majene  

Kisah Sunyi dari Mamuju: Uluran Tangan untuk Pasien Penyakit Kulit Langka di Majene

tianjeng.com/, MAJENE — Di balik hiruk pikuk kota, ada sebuah kisah yang tak banyak orang tahu.
Seorang warga Bone, yang kini tinggal di Mamuju, memilih diam-diam menolong tanpa ingin disebutkan namanya. Minggu. 03/8/25.

Ia mendengar ada seorang warga di Majene yang menderita penyakit kulit langka.
Bertahun-tahun berjuang, hidup serba terbatas, bahkan biaya untuk berobat pun terasa berat bagi keluarga pasien.

Jangan Lewatkan  Kohati Majene Desak Polres Tuntaskan Kasus Pelecehan Seksual Kepala Sekolah: Pendidikan Jangan Jadi Ruang Ancaman

Tanpa pikir panjang, ia pun bergerak.
Bukan karena kaya, bukan karena berlebihan, tapi karena hatinya tergerak.

“Sesama manusia kita harus saling membantu… karena di dalam rezeki kita, ada hak mereka,” katanya pelan.

Tak ada kamera.
Tak ada publikasi.
Ia hanya ingin meringankan beban, sekecil apa pun itu.

Ketika bantuan itu sampai ke keluarga pasien, Iya berterima kasih dan berdoa agar dilampankan rezki untuk yang tak mau disebut namanya.
Diapun tak menyangka, masih ada orang asing yang peduli pada derita mereka.

Jangan Lewatkan  Lapangan Prasamya Mandar Bergegas Semarak, Majene Run 2025 Siap Digelar Esok Hari

Kadang, kebaikan itu sederhana: tangan yang terulur, hati yang peduli, dan niat yang tulus.
Bukan jumlah yang dihitung, tapi ketulusan yang membuatnya begitu berarti.

Kisah ini adalah pengingat untuk kita semua.
Bahwa menolong tidak harus menunggu kaya, tidak harus terkenal.
Karena sekecil apa pun bantuan kita, bisa menjadi harapan besar bagi orang lain.

Jangan Lewatkan  Bantuan Benih Jagung di Majene Terungkap: Seluruhnya dari Kementan, Peran Provinsi Sulbar Nihil

Semoga hati yang tulus seperti ini menular ke banyak orang.
Karena dunia ini akan lebih indah jika kita saling menjaga dan saling menguatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *