Majene  

HMI Majene Tuding BPKP Sulbar Diduga Hambat Kasus Korupsi, Desak Kepala Dicopot

tianjeng.com/, MAJENE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene melontarkan kritik keras terhadap Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Barat. Lembaga auditor negara itu dituding diduga menjadi penghambat proses hukum dua perkara korupsi yang sedang ditangani aparat penegak hukum di Sulbar.

Kasus dimaksud adalah dugaan korupsi di Perumda Aneka Usaha Majene dan pengadaan kapal pada Dinas Kelautan dan Perikanan Majene. Keduanya disebut sudah masuk tahap penyidikan di Kejati Sulbar dan Kejari Majene. Namun, langkah hukum mandek lantaran BPKP tak kunjung menuntaskan audit kerugian negara.

Jangan Lewatkan  Kohati Majene Desak Polres Tuntaskan Kasus Pelecehan Seksual Kepala Sekolah: Pendidikan Jangan Jadi Ruang Ancaman

Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Majene, Kadi, menilai keterlambatan itu menggerus kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
“Lambannya perhitungan kerugian negara membuat kasus hukum mandek. Masyarakat jadi bertanya-tanya, bahkan kepercayaan publik mulai luntur,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).

Jangan Lewatkan  Bupati Majene Kukuhkan 10 Kepala Desa, Perpanjangan Jabatan Hingga 2027 Jadi Implementasi UU Desa Baru

Kadi menegaskan, kondisi ini rawan melanggengkan impunitas. Ia menyebut aparat penegak hukum seakan kehilangan taring, sementara opini publik makin liar.
“BPKP Pusat harus segera turun tangan mengevaluasi. Kalau tidak mampu, lebih baik Kepala BPKP Sulbar dicopot saja,” tegasnya.

Jangan Lewatkan  Dana Zakat ASN Diduga ‘Macet’ di Dinas Pendidikan Majene, BAZNAS: Sejak Januari Tak Ada Setoran Masuk

Menurutnya, sikap BPKP Sulbar juga kontraproduktif dengan agenda besar Asta Cita Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi.
“Kita ingin program itu benar-benar dijalankan, termasuk oleh BPKP sebagai lembaga negara,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *