Budaya  

Dentum Ombak dan Sorak Penonton Warnai Lomba Sandeq di Festival Teluk Mandar 2025

tianjeng.com/, MAJENE – Pagi itu, pesisir Pantai Binanga di Kelurahan Labuang sudah penuh sesak. Ribuan warga dari berbagai penjuru Majene bahkan luar daerah berbondong-bondong datang. Mereka rela berpanas-panasan hanya untuk menyaksikan perahu tradisional Mandar, Sandeq, beradu cepat di laut biru, Sabtu (13/9/25).

Di tengah hiruk pikuk suara penjual jajanan, anak-anak berlari di bibir pantai, dan kamera warga yang tak berhenti mengabadikan momen, para peserta lomba Segitiga Perahu Sandeq terlihat gagah mengendalikan layar. Angin laut jadi kawan, tapi juga bisa berubah jadi lawan.

Jangan Lewatkan  Bintang Maha Putra Juara Festival Sandeq Teluk Mandar 2025, SDK Serahkan Piala Festival Sandek

Sorak-sorai pecah ketika perahu peserta berbelok tajam mengikuti rute segitiga yang menjadi ciri khas lomba ini. “Hidup Mandar! Hidup Sandeq!” teriak warga, menambah semangat para pelaut.

Namun di balik kemeriahan itu, ada kesibukan lain yang tak kalah penting. Puluhan personel Polres Majene tampak berjaga di titik-titik strategis. Sebagian sibuk mengatur arus lalu lintas yang mulai padat, sebagian lainnya berdiri di tepi pantai, memastikan keamanan penonton.

Jangan Lewatkan  Sandeq Silumba 2025: Warisan Maritim Mandar yang Mempererat Silaturahmi dan Ekonomi Kerakyatan

Kapolres Majene melalui Kasi Humas IPTU Suyuti mengatakan, kehadiran polisi bukan sekadar pengamanan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.
“Festival Sandeq adalah kebanggaan kita bersama. Kami ingin masyarakat bisa menikmatinya dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Gelaran ini bukan hanya lomba, melainkan perayaan jati diri orang Mandar yang lekat dengan laut. Sandeq bukan sekadar perahu, melainkan simbol keberanian, ketangkasan, dan tradisi panjang pelaut Mandar yang tak lekang dimakan zaman.

Jangan Lewatkan  Gubernur Sulbar Tinjau Ajungan Sulbar di TMII, Tegaskan Komitmen Penguatan Identitas Budaya dan Promosi Daerah

Hari itu, dentum ombak, semilir angin, dan riuh tepuk tangan penonton berpadu jadi satu. Festival Sandeq Teluk Mandar 2025 sekali lagi membuktikan, budaya maritim Mandar masih hidup, mengakar, dan terus dirayakan dengan penuh kebanggaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *